6 FAKTA IKAN TILAN, BELUT API YANG BUKAN BELUT
Ikan tilan atau ikan silis atau Belut api dengan nama ilmiah (Mastacembelus erythrotaenia) memiliki bentuk menyerupai belut sejati, itulah sebabnya ikan ini dinamakan belut api. Namun, ikan ini tidak memiliki kesamaan dengan belut meskipun tubuhnya seperti ular dan moncongnya runcing. Ini adalah ikan hias dan ikan komersial yang terkenal.
Habitat
Ikan tilan atau ikan sili atau belut api berdiam di air tawar Indonesia, Laos, Vietnam, Kamboja, Pakistan, Burma, Thailand, Malaysia dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Ikan yang hidup di dasar air ini umumnya ditemukan di sungai dan danau berlumpur lambat, karena salah satu kegiatan favoritnya adalah mengubur diri di dasar sungai.
Di Asia, penduduk setempat memakan belut ini, oleh karena itu belut ini sangat dihargai. Namun, nelayan modern dan penggemar ikan hias tidak memiliki sikap ini karena masalah yang diberikan belut api dengan duri di sirip punggungnya.
Belut api bisa berbahaya! Ketika ditangkap ikan berusaha melarikan diri secepat mungkin dan dapat melukai orang yang memegangnya dengan durinya.
Duri itu sendiri tidak beracun, tetapi lendir yang mereka hasilkan beracun. Jadi, jika Anda digigit belut api, segera oleskan antiseptik pada lukanya. Tapi tetap lebih baik berhati-hati dengan ikan ini dan jangan menyentuhnya.
Anatomi
Penampilan Mastacembelus erythrotaenia seperti belut. Tubuhnya yang memanjang ditutupi dengan sisik-sisik kecil. Ikan itu memiliki mata yang besar. Di dekat batas anterior mata ikan ada lubang hidung posteriornya.
Saat mencari makanan, belut api merasakan bagian bawah dengan tonjolan daging yang sensitif di moncongnya. Di ujung embel-embel hidung panjang ini ada dua lubang hidung yang bertubulasi. Karena kekhasan ini belut api disebut famili Mastacembelidae. Ikan ini memiliki kantung udara yang berkembang dengan baik serta sirip ekor dan dada. Bagian punggung terbagi menjadi dua bagian.
Belut api merah tidak memiliki sirip perut. Warnanya coklat tua. Ada empat garis lateral merah atau oranye terang di sepanjang tubuh, sangat sering terdiri dari bintik-bintik dan garis-garis kecil. Intensitas warna bintik-bintik bervariasi tergantung pada usia dan kondisi aquarium. Biasanya sirip dubur, punggung dan dada memiliki tepi merah. Di alam liar, ukuran tubuh bisa mencapai 1 m dan Umurnya bisa mencapai 10 tahun lebih.
Kesulitan dalam menjaga
Untuk memelihara satu spesies ikan dewasa, Kalian memerlukan aquarium yang lebih besar dari 350 liter, dengan dasar berpasir setebal 5 cm. dan sejumlah besar tempat berlindung yang terbuat dari sobekan, pot bunga, tandan berdaun kasar dan terapung. Tanaman hias aquarium itu akan membuat bagian bawahnya sedikit berbayang.
Ikan ini merupakan ikan nokturnal. Pada siang hari ia bersembunyi di bawah rimbunan dan batu, mengubur dirinya sendiri di substrat dasar tangki dan yang bisa kalian lihat hanyalah mata dan moncongnya.
Karena ikan menunjukkan sifat agresif terhadap sesama jenisnya, kalian harus memeliharanya sendirian di dalam akuarium, tetapi ia mungkin bisa ditemani oleh beberapa ikan akuarium lain yang aktif dan damai.
Teman Aquarium
Biasanya ikan itu pemalu dan mengabaikan teman akuariumnya, jika tidak bisa memakannya. Biasanya ikan tersebut dipelihara bersama di tangki komunitas dengan ikan cichlid besar, seperti ikan oscar, green terror, angelfish atau arwana dan bichir.
Makanan
Ikan ini bisa diberi makan dengan makanan hidup (misalnya, tubifex, cacing darah, ikan kecil), makanan kering dan beku. Di alam liar ikan ini adalah predator dan memangsa larva serangga, cacing, siput dan bahkan kepiting kecil.
Perbedaan Kelamin
Berbeda dengan jantan, betina memiliki warna lebih pucat dan lebih besar dari jantan.



Posting Komentar untuk "6 FAKTA IKAN TILAN, BELUT API YANG BUKAN BELUT"