Mengenal Paus Orca Sang Paus Pembunuh
Orca sering disebut paus pembunuh. Meskipun mereka biasanya tidak menyerang manusia, nama ini dipilih karena kemampuannya untuk membunuh hewan laut besar, seperti singa laut dan paus. Faktanya, orca akan memangsa hampir semua hewan yang mereka temukan di laut, di udara di atas air, atau di sepanjang garis pantai. Untuk berburu, paus pembunuh menggunakan gigi besar mereka, yang bisa tumbuh hingga 4 inci (10 sentimeter).
Ukuran
Orca dikenal dengan sirip punggung panjang (sirip di punggung hewan) dan warna hitam-putih. Tepat di belakang sirip punggung ada bercak abu-abu yang disebut "pelana" - karena terlihat seperti pelana berkuda. Tubuh orca berbentuk silindris dan meruncing di kedua ujungnya untuk membentuk bentuk aerodinamis.
Menurut National Geographic, orca dianggap sebagai spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Beratnya mencapai 6 ton (5.443 kilogram) dan tumbuh hingga 23 hingga 32 kaki (7 hingga 9,7 meter). Itu hampir sepanjang bus sekolah. Orca terbesar yang pernah tercatat memiliki panjang 32 kaki (9,8 m), menurut Sea World.
Habitat
Paus pembunuh adalah mamalia yang paling banyak tersebar, selain manusia, menurut Sea World. Mereka hidup di lautan dan lautan yang mengelilingi sebagian besar negara pesisir. Mereka beradaptasi dengan sangat baik pada iklim apapun. Misalnya, mereka dapat hidup di perairan hangat dekat ekuator atau perairan es di wilayah Kutub Utara dan Kutub Selatan. Orca lebih mungkin ditemukan di garis lintang yang lebih tinggi dan dekat pantai.
Hewan-hewan ini tidak tinggal di satu area dan telah didokumentasikan melakukan perjalanan jarak jauh. Misalnya, satu penelitian menemukan sekelompok orca yang melakukan perjalanan dari perairan lepas Alaska ke yang dekat California tengah, menurut Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Ini adalah jarak lebih dari 2.000 kilometer (lebih dari 1.200 mil).
Kebiasaan
Orca sangat sosial dan hidup dalam kelompok yang disebut pods, yang biasanya memiliki hingga 40 anggota, menurut National Geographic. Ada dua jenis pods yang berbeda: Pods yang anggotanya kurang agresif dan cenderung lebih menyukai ikan. Pods sementara bertindak seperti kawanan serigala dan jauh lebih agresif. Mereka berburu mamalia laut dengan bekerja sama.
Makanan
Orca adalah predator puncak, di bagian atas rantai makanan. Tidak ada hewan lain (kecuali manusia) yang berburu orca. Paus pembunuh memakan burung laut, cumi-cumi, gurita, penyu, hiu, pari, dan ikan. Mereka juga memakan sebagian besar mamalia laut, seperti anjing laut dan duyung. Satu-satunya pengecualian adalah lumba-lumba sungai dan manate, menurut IUCN. Paus pembunuh juga dilaporkan memakan rusa, menurut Sea World.
Orca menggunakan banyak teknik berbeda untuk menangkap mangsa. Terkadang mereka terdampar sendiri untuk menangkap anjing laut di darat, yang berarti mereka melompat dari air ke darat. Orca juga akan bekerja sama untuk menangkap mangsa yang lebih besar atau kelompok mangsa seperti gerombolan ikan. Paus pembunuh juga bekerja sama untuk merawat anak-anak di dalam kawanan. Seringkali, betina muda akan membantu ibu merawat orca muda.
Berkembangbiak
Seekor paus pembunuh betina akan melahirkan setiap tiga hingga 10 tahun, untuk satu keturunan pada satu waktu. Masa kehamilan biasanya berlangsung sekitar 17 bulan. Bayi orca disebut calf, dan panjangnya sekitar (2,6 m) dan berat (120 hingga 160 kg) saat lahir. calf menyusui selama 5 sampai 10 detik setiap kali, beberapa kali dalam satu jam. Ini berlangsung siang dan malam sampai calf cukup dewasa. calf disapih pada usia satu tahun. Orca dapat hidup dari 50 hingga 100 tahun.
Status konservasi
Menurut IUCN, populasi orca tidak diketahui, dan oleh karena itu organisasi tidak dapat memberi label status konservasi hewan tersebut, meskipun beberapa populasi dilindungi.
Peradaban di seluruh dunia membunuh orca karena berbagai alasan. Sebagian orang membunuhnya untuk dimakan, sementara nelayan memandang hewan tersebut sebagai persaingan yang harus dibunuh untuk melindungi populasi ikan. Pencemar di lautan dan lautan, seperti bahan kimia dan minyak, juga menjadi ancaman bagi orca.
Fakta lain
Orca menggunakan ekolokasi untuk berbicara satu sama lain dan berburu. Mereka akan mengeluarkan suara yang merambat melalui air hingga gelombang suara menghantam suatu benda. Kemudian, gelombang suara akan memantul kembali ke orca. Dengan menggunakan teknik ini, mereka dapat mendeteksi keberadaan objek dan orca lainnya di area tersebut. Mereka juga dapat mengetahui ukuran dan bentuk suatu benda menggunakan ekolokasi.
Saat orca lahir, sirip punggungnya fleksibel, tetapi mengeras seiring bertambahnya usia anak.
Orca berwarna hitam dan putih
karena suatu alasan; pewarnaannya membantu menyamarkannya dengan mengaburkan
garis luarnya di air.
Ukuran dan kekuatan paus orca yang besar menjadikannya salah satu mamalia laut tercepat, mampu mencapai kecepatan lebih dari 30 knot (sekitar 34 mph, atau 56 kph).




Posting Komentar untuk "Mengenal Paus Orca Sang Paus Pembunuh"