SUDAH DIANGGAP PUNAH IKAN COELACANTH IKAN PURBA DITEMUKAN DI INDONESIA

 

SUDAH DIANGGAP PUNAH IKAN COELACANTH IKAN PURBA DITEMUKAN DI INDONESIA

Coelacanth, salah satu ikan bertulang bersirip lobus dari ordo Crossopterygii. Anggota dari subordo Rhipidistia terkait tetapi telah punah dianggap sebagai nenek moyang vertebrata darat. Dalam beberapa sistem klasifikasi, coelacanth dan rhipidistians dianggap ordo terpisah, anggota subclass Crossopterygii.

Coelacanth modern termasuk dalam keluarga Latimeriidae. Nama ini mengacu pada duri sirip berongga (Yunani: koilos, "hollow"; akantha, "spine"). Coelacanth modern lebih besar dari kebanyakan fosil coelacanth dan merupakan predator kuat dengan tubuh berlendir yang berat dan sirip mirip anggota badan yang sangat mudah bergerak. Panjangnya rata-rata 5 kaki (1,5 meter) dan berat sekitar 100 pon (45 kg). Mereka adalah pembawa hidup yang melahirkan anak-anak yang berkembang dengan baik. Meskipun pernah dianggap sebagai ikan air dalam, Coelacanth sekarang diketahui menghuni perairan mesopelagik, di bawah landas kontinen, pada ketinggian sekitar 650–1.300 kaki (200–400 meter).

Coelacanth muncul sekitar 350 juta tahun yang lalu dan melimpah di sebagian besar dunia; genus Coelacanthus telah ditemukan sebagai fosil di bebatuan dari akhir Permian, 251 juta tahun yang lalu, hingga akhir Jura, 145,5 juta tahun yang lalu. Coelacanthus, seperti coelacanth lainnya, menunjukkan penurunan pengerasan tulang dan kecenderungan umum menuju gaya hidup laut yang jauh dari lingkungan air tawar sebelumnya.

Coelacanth merupakan hewan nokturnal. Mereka akan istirahat di gua atau celah di dalam air saat siang hari. Mereka juga terbilang pasif, dalam artian mereka berenang santai di dasar laut tanpa mencampakkan banyak energi. Saat berburu, mereka bisa berkelana hingga 8 kilometer jauhnya.

Jenis coelacanth yang masih hidup ditemukan di wilayah perairan timur Indonesia yaitu jenis Latimeria menadoensis, dan yang ditemukan di laut sebelah timur Afrika yaitu jenis Latimeria chalumnae. Perbedaannya terdapat pada warna kulit Latimeria menadoensis yang berwarna coklat sedangkan Latimeria chalumnae berwarna biru baja.

Baik manusia maupun hewan pemangsa memakan ikan ini. Daging coelacanth mengandung banyak minyak, kotoran, dan komponen-komponen lain yang tidak enak dimakan. Bahkan, bisa membuat siapa pun yang memakannya mual dan sakit. Tak hanya itu, sisik mereka pun berlendir. Sekujur tubuh mereka juga seperti diselubungi minyak.

Menurut peneliti ahli kelautan Jepang Yoshitaha Abe, penemuan coelacanth yang berada di timur Indonesia dan timur Afrika, diduga kedua spesies ikan purba tersebut terpisah karena adanya pergeseran benua lempeng. Pergeseran kontinen selesai sekitar 60 juta tahun lalu. Pergerakan kontinen ke utara turut membantu terbentuknya Nusantara dan jarak dengan Afrika lebih jauh.

Sudah lama diduga bahwa coelacanth punah sekitar 80 juta tahun yang lalu, tetapi pada tahun 1938 seekor anggota hidup (Latimeria chalumnae) terjaring di Samudra Hindia dekat pantai selatan Afrika. Hadiah ditawarkan untuk lebih banyak spesimen, dan pada tahun 1952, satu detik (bernama Malania anjouanae tetapi tidak dapat dipisahkan dari Latimeria) diperoleh dari dekat Kepulauan Komoro. Banyak lainnya telah ditangkap di daerah itu. Belakangan diketahui bahwa ikan-ikan ini sangat dikenal oleh penduduk pulau, yang menganggap dagingnya dapat dimakan setelah dikeringkan dan diasinkan; sisik kasar digunakan sebagai abrasif. Spesies kedua Latimeria ditemukan di Indonesia pada tahun 1998. Dinamakan L. menadoensis untuk pulau Manado Tua, dari mana ia dikumpulkan.

Ikan ini adalah spesies langka yang dilindungi. Coelacanth (Latimeria menadoensis) masuk kedalam IUCN Red List dengan status Terancam Punah. Hewan yang masuk dalam daftar merah itu tidak boleh apalagi diperjualbelikan. Di Indonesia, coelacanth termasuk ikan yang dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999.

Posting Komentar untuk "SUDAH DIANGGAP PUNAH IKAN COELACANTH IKAN PURBA DITEMUKAN DI INDONESIA "

The Best Fish You Can Get
The Best Fish You Can Get
The Best Fish You Can Get