SNAILFISH, IKAN SIPUT LAUT DALAM PALUNG MARIANA

 

SNAILFISH, IKAN SIPUT LAUT DALAM PALUNG MARIANA

Bagian terdalam dari laut adalah tempat yang tidak ramah untuk ditinggali makhluk hidup. Mulai kedalaman 800 meter dari permukaan, tidak ada cahaya sama sekali yang menembus, tekanan yang mencapai 800 kali dari di atas permukaan akan menghancurkan hampir semua hal. Suhunya juga sangat dingin. Pada lingkungan seekstrem itu, ternyata masih ada ikan yang hidup dan beraktivitas di dalamnya.

Para ilmuwan saat ini secara resmi mendokumentasikan ikan terbaru dan hidup terdalam di dunia, Pseudoliparis swirei, ikan siput kecil aneh yang ditangkap pada kedalmamn 7.966 meter di Palung Mariana. Spesies baru dari wilayah laut yang gelap dan dingin yang dikenal sebagai zona hadal ini pertama kali ditangkap pada tahun 2014, tetapi baru sekarang dideskripsikan. ("hadal" berarti di mana saja di bawah 6.000 meter)

snailfish memiliki bentuk fisik yang unik sekaligus aneh. Bentuknya transparan dan warnanya merah muda. Berbeda dengan ikan lainnya, spesies ikan baru ini tidak memiliki sisik dan gigi besar. Sekilas, Mariana snailfish terlihat seperti kecebong. Ukuran kepalanya terlihat lebih besar dibanding tubuhnya. Bagian ekor, sirip punggung dan duburnya cukup lebar. Matanya kecil hingga hanya terlihat seperti titik berwarna hitam. Dilansir dari Jurnal Zootaxa berjudul Pseudoliparis swirei sp. nov.: A Newly-Discovered Hadal Snailfish (Scorpaeniformes: Liparidae) from the Mariana Trench, disebutkan jika bagian kepala Mariana snailfish terlihat meruncing atau mengerucut ke bagian ekornya. Insangnya terletak tepat di atas sirip dadanya. Walaupun tidak bersisik, ikan spesies baru ini memiliki duri yang tergolong tajam. Ukuran ikan spesies baru ini bervariasi tergantung pada jenisnya, tetapi ukuran umumnya sekitar 5 hingga 77 sentimeter.

Spesies baru, Pseudoliparis swirei, dinamai sesuai nama perwira di HMS Challenger, ekspedisi Inggris tahun 1870-an yang menemukan ribuan spesies laut baru dan mengarah pada penemuan awal palung. Perwira chalanger Herbert Swire, seorang sub-letnan navigasi, menerbitkan jurnal dari perjalanan itu.

Para ilmuwan menduga mereka tidak mungkin menemukan ikan yang hidup jauh lebih dalam. Itu karena tekanan di bawah sangat besar sehingga ikan secara kimiawi tidak dapat menahan efek destabilisasi pada protein di kedalaman sekitar 8.200 meter, tekanan besar bisa memicu perubahan reaksi kimia dalam pembentukan protein makanan. Kalau tidak dapat beradaptasi, sebuah organisme tak akan bisa bertahan. P. swirei makan udang dan krustasea yang lebih kecil dari ukuran tubuhnya.

Meski demikian, anatomi ikan itu adalah apa yang dibutuhkan untuk hidup di titik terdalam di lautan. Tubuhnya tembus pandang tanpa sisik yang sedikit memperlihatkan organ merah muda seperti hati di bawahnya.Ikan ini bisa bertahan hidup karena tidak memiliki kantung kemih yang terisi air, seperti kebanyakan spesies ikan. "Mereka tidak memiliki ruang udara," struktur sel ikan bergantung pada protein khusus yang memungkinkan sel tersebut berfungsi dengan tekanan tinggi.

Spesies ini hampir pasti endemik  dan tampaknya berlimpah - para ilmuwan melihat beberapa di kamera yang dibawa oleh kendaraan otonom penyelam dalam pada tahun 2014. Telur mereka sangat besar - lebar hampir satu sentimeter - dan berdasarkan pembedahan oleh ilmuwan, ikan siput ini tidak kekurangan makanan. Di dalam perut mereka ditemukan ratusan krustasea kecil berbentuk seperti serangga pil roly-poly yang mungkin ditemukan di taman. pada saat mencapai kedalaman ini, ikan ini memiliki bentuk yang sangat berbeda. Mereka tidak memiliki sisik, gigi besar, dan tidak bercahaya - seperti yang kita ketahui.

"Snailfish telah beradaptasi untuk masuk lebih dalam dari ikan lain dan bisa hidup di palung yang dalam. Di sini mereka bebas dari predator dan bentuk corong dari palung berarti ada lebih banyak makanan," kata penulis studi lainnya, Thomas Linley dari University of Newcastle.

"Ada banyak mangsa invertebrata dan snailfish adalah predator teratas. Mereka aktif dan terlihat sangat sehat."Dengan penemuan ini, para ilmuwan sekarang mengetahui lebih banyak tentang area yang tidak ramah ini.Walau ia adalah ikan yang hidup di laut paling dalam, Mariana snailfish tidak otomatis menjadi makhluk hidup yang ada di laut terdalam.

Awal tahun ini peneliti menemukan bukti kehidupan yang dimuntahkan dari gunung berapi lumpur di Palung Mariana, mengisyaratkan berkembangnya mikroba pada kedalaman 10 kilometer di dasar laut. Mungkin ekspedisi masa depan akan menemukan organisme yang lebih aneh lagi yang mendiami bagian terdalam di lautan.

"Sungguh menakjubkan melihat apa yang tinggal di sana. Kami menganggapnya sebagai lingkungan yang keras karena sangat ekstrem bagi kami, tapi ada banyak kelompok organisme yang sangat bahagia di sana," kata Gerringer. "Ada banyak kejutan yang menunggu."

 

Posting Komentar untuk "SNAILFISH, IKAN SIPUT LAUT DALAM PALUNG MARIANA"

The Best Fish You Can Get
The Best Fish You Can Get
The Best Fish You Can Get