Jenis Ikan Lele Konsumsi yang Cepat Besar
Ikan Lele adalah ikan yang paling sering terlihat di pinggir jalan, dalam bentuk pecel lele. Tapi apakah teman teman tau jenis ikan lele yang suka dibeli di pecel lele?. Dalam kesempatan ini saya inggi membahas jenis jenis ikan lele konsumsi yang biasa dibudidaya oleh petani kita.
Dimulai dari bibit, bibit memang penting. Akan tetapi lokasi juga berpengaruh. Di BPPI Sukamadi Jawa Barat, Ikan lele mutiara dianggap paling cepat besar dan mudah dipelihara. Di Lombok, yang paling oke adalah ikan lele Mandalika. Di Jawa Timur, ikan lele massamo menjadi primadona budidaya ikan lele.
Pindah ke tempat lain lagi, kita menemukan fakta bahwa ikan lele paling bagus ya sangkuriang. Ada juga yang bilang lele dumbo. Tidak ada yang salah karena lokasinya berbeda. Cara yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan ini adalah berkunjunglah ke peternak lele di beberapa daerah di lokasi anda. Tanyakan dan amati mana yang terbaik.
Nah berikut ini adalah jenis jenis ikan lele yang paling sering dibudidaya.
1. Ikan Lele Sangkuriang
Nama sangkuriang berasal dari cerita rakyat Jawa barat, yakni Asal mula gunung tangkuban perahu. Di mana si Sangkuriang ini ingin menikahi Ibunya. Dari Namanya, jelas ikan unggul ini ditemukan di Jawa Barat, tepatnya di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi. Sangkuriang I dikenalkan kepada publik di tahun 2004, kemudian sangkuriang II dikembangkan antara tahun 2010 – 2012. Ikan lele ini sebenarnya adalah keturunan ikan lele dumbo. Sangkuriang I mulai dikembangkan setelah ikan lele dumbo yang di tanah air mulai menurun kualitasnya, ikannya makin kecil. Lele jantan dumbo generasi ke 6 (F6) dikawinkan dengan betina dumbo generasi ke 2 (F2) , lahirlah sangkuriang generasi ke I. Keunggulan ikan lele sangkuriang ialah bongsor, tahan penyakit, larva (bibitnya) tidak kanibal, dan cepat besar.
Ciri ciri umum lele sangkuriang :
- Warna punggung hitam kehijauan
- Warna perut : Putih kekuningan
- Panjang standar 23-34 cm
- Bibit 40 hari mempunyai panjang 5-8 cm
2. Ikan Lele Mutiara
Lele mutiara dikenalkan ke Publik pada tahun 2015. Dikembangkan oleh Balai Riset dan Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamadi, Subang, Jawa Barat. Nama lele mutiara sendiri merupakan kependekan dari Mutu Tinggi Tiada Tara (Mutiara). Lele ini berasal dari persilangan strain (jenis) lele mesir, lele paiton, Sangkuriang, dan Dumbo selama 3 generasi. Digadang gadang lebih baik dari lele lain, bahkan mengalahkan sangkuriang, berikut ini ciri dan kelebihan lele mutiara :
- Warna abu abu gelap
- 10-40 % lebih cepat tumbuh daripada benih lain
- Pemeliharaan Benih lebih singkat : untuk ukuran tebar 100/m2 butuh waktu 40-50 hari untuk menghasilkan benih 5-7cm atau 7-9cm, sementara untuk padat tebar 200 benih /m2 perlu waktu 60-80 hari, ukuran benih relatif sama, tidak perlu sortir. Saat pemanenan pertama ditemukan 80-90% benih siap jual
- Lebih tahan penyakit
- Hemat pakan (Food convention
ratio hanya 0,6 – 0,8 saat pendederan
dan 0,8 – 1 saat pembesaran.
3. Ikan Lele Dumbo
Ikan ini masuk indonesia tahun 1985. Iya tahun 1985, puluhan tahun yang lalu, dan sampai sekarang masih cukup populer di Indonesia. Awalnya ikan ini disebut sebut sebagai keturunan lele taiwan, atau persilangan lele taiwan dan mesir. Penelitian terakhir yang dipublikasikan oleh pusat riset perikanan KKP mengindikasikan bahwa lele dumbo merupakan jenis spesies lele afrika.
Ikan lele dumbo disukai karena beberapa keunggulan :
- Badannya lebih besar daripada lele lokal
- Tidak suka membuat lubang di tanah, jadi cocok untuk kolam tanah
- Pertumbuhannya lebih cepat. Bayangkan lele dumbo berumur 2 bulan sudah seperti lele lokal berumur 1 tahun.
Adapun kelemahan lele dumbo adalah seperti berikut :
- Lele dumbo dagingnya lembek, jika digoreng lebih mudah hancur sehingga harus hati hati
- Rasanya tidak segurih lele lokal
4. Ikan Lele Mandalika
Nama Mandalika semakin melejit saat dibuat sirkuit Moto GP pertama di Indonesia. Tidak hanya itu, nama daerah ini juga diabadikan menjadi nama ikan lele. Sesuai namanya, Ikan lele mandalika berasal dari Nusa Tenggara Barat, tepatnya dikembangkan oleh Instalasi Balai Benih Ikan Batu Kumbung, di bawah naungan Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar, Provinsi NTB. Ikan lele mandalika merupakan hasil persilangan antara betina sangkuriang dan jantan masamo. Ikan ini diklaim mempunyai beberapa kelebihan seperti berikut :
- survival ratenya lebih dari 90%
- Di NTB, diklaim lebih menguntungkan daripada sangkuriang
- Bisa dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi
- Pertumbuhan lele mandalika 22% lebih baik daripada ikan lele lain
- Lebih subur daripada jenis lainnnya
- Food COnversion Rationya 0,6-0,7%
5. Ikan Lele Masamo
Ikan lele ini pertama kali di bawa PT matahari Sakti ke Jawa Timur sekitar tahun 2010. Tidak perlu waktu lama, tahun 2013, menurut kontan : sudah banyak pengusaha yang sukses dengan lele masamo. Kelebihan ikan lele masamo adalah :
Cepat besar, bisa panen umur 1,5 bulan – 2,5 bulan, tergantung pakan yang diberikan. Ikan lele lainnya biasanya berumur 3 bulan baru panen
Ciri ciri ikan lele masamo :
- Badan lebih panjang daripada lele sangkuriang
- warna kehitaman
- bentuknya seperti sepatu pantofel jadul
- Kepala lebih runcing dan ada tonjolan di tengkuk
- Masamo dewasa mempunyai bintik bintik sekujur tubuhnya
- Benih masamo susah dibedakan dengan benih lainnya.
Kekurangan lele masamo :
Ikan lele ini tergolong agresif dan nafsu makannya tinggi. Peternak harus ulet. Jika telat memberi makan maka sifat kanibal masamo akan muncul dan memakan temannya.Meski sifat kanibal masamo semakin berkurang, anda tetap harus berhati hati saat memberi pakan, Jangan sampai telat. ada banyak alternatif pakan lele yang bisa dibuat
6. Ikan Lele Limbat
Ikan ini cukup populer di Asia tenggara. Menurut Wikipedia, limbat banyak ditemukan di rawa rawa, sumur tua, dan hutan hutan berair. Ciri utama limbat adalah adanya bintik bintik pada tubuhnya yang membentuk garis kuning.
Meski bisa hidup di alam liar, lele jenis ini tidak banyak dibudidayakan. Buktinya kita jarang menemukannya di warung pecel lele. Iya kan?Di Medan ikan ini diubah menjadi makanan khas, yakni ikan sale, sehingga banyak yang mencari dan harganya cukup tinggi. Jika anda di Medan, tidak ada salahnya mencoba budidaya lele ini.
7. Ikan Lele Pyton atau Payton
Ikan lele pyton atau sering disebut Payton adalah hasil persilangan antara lele dumbo dan lele Thailand. Ikan ini mulai dibudidayakan di 2004 di Pandeglang Banten. Meski tidak di Sengaja, ternyata penemuan lele Pyton ini sangat cocok dibudidayakan di suhu rendah seperti pandeglang Banten, Sebelumnya, banyak lele mati di suhu rendah. Bentuk kepala ikan ini seperti ular pyton oleh karena itu ia disebut lele phyton
Kelebihan lele Phyton :
- Tahan suhu rendah
- Hemat pakan. Saat diuji coba FCR lele pyton 1 : 1 sementara lele sangkuriang 1 : 0,81.
- Ukuran lebih besar
- Saat digoreng lebih gurih daripada lele dumbo
Kelemahan Lele Phyton :
- Tidak tahan goncangan air jadi tidak cocok untuk aerah dekat laut
- Kurang tahan panas
- Jika musim hujan nafsu makan berkurang, bisa diberi solusi dengan probiotik atau pelet bercampur madu.
Demikian penjelasan dari kami mengenai jenis jenis ikan lele. Semoga bermanfaat.











Posting Komentar untuk "Jenis Ikan Lele Konsumsi yang Cepat Besar"