Fakta Menarik Tentang Gurita
Gurita (Octopoda) merupakan salah satu hewan laut yang termasuk ke golongan moluska atau yang bertubuh lunak dan tidak memiliki cangkang seperti cumi-cumi dan sotong. Pada umumnya, banyak orang yang menganggap satwa ini merupakan satu spesies dengan cumi-cumi, namun sebetulnya mereka sama sekali berbeda. Kemiripan hanya terlihat sekilas dari bentuk fisiknya saja.
Dibandingkan cumi-cumi, gurita memiliki ukuran tentakel yang paling panjang. Jumlah tentakel pada cumi-cumi dan sotong adalah sebanyak 10 buah, sedangkan jumlah tentakel gurita hanya 8 buah. Cumi-cumi memiliki sepasang sirip di ujung ekornya, dan gurita sama sekali tidak memiliki sepasang sirip. Cumi-cumi selalu bergerak dengan berenang, sedangkan gurita mampu berenang dan merayap.
Karena memiliki tulang yang lunak, tubuh gurita sangatlah fleksibel dan dapat menyelipkan diri pada celah batuan sempit di dasar laut, khususnya saat ingin melarikan diri dari serangan predator. Fauna laut ini memiliki tiga mekanisme pertahanan diri yaitu kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lenagan. Uniknya kedelapan lengan gurita dapat diputuskan sewaktu-waktu, tujuannya adalah untuk melindungi diri dari musuh (metode ini serupa dengan metode perlindungan pada cicak).
Mata gurita diketahui bersifat buta warna, sehingga sulit untuknya membedakan warna lingkungan disekitarnya. Kemampuan yang mendukung kualitas matanya terletak pada caranya membedakan polarisasi cahaya. Selain itu mata biota laut moluska ini juga sangat dipengaruhi oleh sistem gerak refleks yang menyebabkan pupil berbentuk horizontal.
Bukan hanya indera penglihatannya yang sangat tajam, tetapi juga indera perasanya. Indera ini terletak di bagian lengan tentakel yang mengandung kemoreseptor sebagai pendeteksi benda yang sedang disentuh. Lengan gurita juga dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi lengan mana yang sedang digerakkan atau dijulurkan oleh binatang ini.
Sayangnya kemampuan indera perasa tersebut disandingkan dengan pergerakan tubuh atau rasa posisi (proprioseptif) yang lemah. Oleh sebab itu sensor yang diperoleh tentakel gurita tidak bisa sampai ke otak. Sehingga gurita tidak bisa mengenali benda tiga dimensi dan hanya mampu merasakan tekstur tanpa mengetahui benda tersebut.
Seperti kerabatnya, cumi-cumi, gurita pun memiliki tiga organ jantung dan punya fungsi yang berbeda. Dua jantungnya bergerak ke arah insang untuk mengatur pernapasan dan yang satu lagi memompa darah ke seluruh tubuh gurita.
Kehadiran tiga jantung pada organ tubuh gurita membuatnya lebih menyukai jalan merangkak dibanding berenang. Hal ini karena saat berenang, salah satu organ jantungnya terhenti dan jantung lainnya bekerja lebih keras. Oleh sebab itu, mereka lebih senang berjalan merangkak agar tidak mudah lelah dan lebih efisien mengingat pergerakannya secara merambat pun sangat gesit.
Gurita hidup di lautan di seluruh dunia. Sebagian besar pelagis, artinya mereka tinggal di dekat permukaan air di kerang, terumbu dan celah. Beberapa spesies hidup di dasar lautan, membuat rumah mereka keluar dari gua.
Gurita adalah binatang ovipar yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Masa kawin biota laut ini berlangsung cukup lama, mulai dari bulan Februari hingga bulan Oktober. Sedangkan puncak perkawinan terjadi pada rentang bulan April, Mei, dan bulan Agustus.
Satwa bertentakel ini mempunyai kelamin yang terpisah dari tubuhnya. Tidak ada perbedaan mencolok antara gurita jantan dan gurita betina kecuali ukuran lengan ketiga dan lengan keempat. Pada spesies jantan biasanya memiliki lengan tentakel lebih besar sebab pada lengan itu terdapat hektokotil yang berfungsi sebagai organ seksual yang mengeluarkan sperma.
Lengan yang mengandung hektokotil digunakan gurita jantan untuk memindahkan sperma ke dalam oviduk betina. Setelah proses pembuahan terjadi, betina akan menjaga sperma tersebut agar terus hidup sampai telur-telur yang dimilikinya matang.
Dalam satu kali kehamilan seekor gurita betina bisa menghasilkan telur hingga dua ratus ribu butir. Meski begitu jumlah telur yang dihasilkan sangat bergantung pada spesies gurita itu sendiri. Proses bertelur betina umumnya dilakukan secara berkelompok dengan menggantung telur pada langit-langit sarang sehingga membentuk untaian.
Pada masa ini gurita tidak akan keluar dari sarangnya dan terus menjaga telur-telurnya. Gurita betina juga akan berhenti untuk mencari makan setelah bertelur. Lalu ketika semua telurnya sudah menetas dan membentuk larva, maka saat itulah gurita betina mengakhiri hidupnya.
Kebiasaan unik tersebut membuat gurita dikenal sebagai satwa berumur pendek. Umumnya hewan ini hanya bertahan hidup antara tiga sampai lima tahun. Bahkan ada spesies yang masa hidupnya sangat pendek, yaitu enam bulan saja. Namun umur tersebut cukup impas dengan jumlah anak yang dihasilkan.
Kebiasaan Gurita cenderung menyendiri, meski kadang berinteraksi dengan gurita lain. Beberapa spesies gurita berburu di malam hari, sementara yang lainnya hanya berburu pada petang dan subuh.
Banyak negara mengolah gurita sebagai bahan makanan, khususnya Jepang yang identik dengan olahan takoyaki, sushi, tempura, dan akashiyaki. Bagian yang dimakan meliputi seluruh tubuhnya. Bahkan di Korea, masyarakatnya tidak segan mengonsumsi saat masih hidup.




Posting Komentar untuk "Fakta Menarik Tentang Gurita"