BUAT YANG MAU BIKIN AQUASCAPE, NIH 5 GAYA AQUASCAPE BUAT INSPIRASI KALIAN
Gaya aquascaping telah berkembang menjadi lebih beragam selama bertahun-tahun, dengan media digital memungkinkan seniman internasional untuk belajar lebih cepat dari satu sama lain. Beberapa gaya seperti Dutch aquascapes dizinkan oleh aturan kompetisi. Gaya yang lain dicirikan oleh popularitas mereka di wilayah / negara tertentu, dan tidak memiliki definisi yang tepat dalam hal konstruksi.
Di bawah ini adalah 5 gaya paling populer saat ini.
1. Nature Style
Istilah Nature Style terkait erat dengan karya Takashi Amano, pendiri ADA (Aquascape Design Amano) dan pendekatannya terhadap tangki yang ditanam. Aquascape Nature Style menurut definisi 'naturalistik': hardscape dan tanaman ditempatkan sedemikian rupa sehingga menampakan apa yang dapat ditemukan di alam. Mereka dicirikan oleh kehalusan: tidak ada elemen hardscape atau spesies tanaman tunggal yang menonjol, dan umumnya melibatkan tanaman 'bonsai' untuk membuat miniatur lanskap alam yang digambarkan dalam batas-batas tangki. Tangki Nature Style berbeda dari aquascape diorama 'kompetisi' yang lebih rumit karena tidak terlalu terobsesi dengan ilusi / perspektif kedalaman dan komposisi teknis. Dalam hal ini, Nature Style mengambil pendekatan minimalis dan naturalistik pada tata letak tangki.
2. Iwagumi Style
Gaya Iwagumi berasal dari seni apresiasi batu Jepang- Suiseki dan taman batu zen. Gaya ini berfokus pada pengaturan beberapa potongan batu yang secara estetika signifikan. Meskipun tampak sederhana, membuat Iwagumi tidak selalu mudah, dengan pertimbangan maksimal diperlukan dalam penempatan bebatuan dan tanaman serta keseimbangan komposisi secara keseluruhan. Dalam tata letak 'Oyaishi', batuan utama berfungsi sebagai titik fokus aquascape, dengan batuan lain diposisikan untuk mendukungnya dalam beberapa cara: memberikan kontras, keseimbangan atau sebagai gema ke batuan utama, dengan tujuan keseluruhan harmoni antara potongan yang berbeda. Biasanya gaya Iwagumi hanya menggunakan 1 atau 2 spesies tumbuhan untuk menemani bebatuan. Namun, aquascaper modern lebih suka menggunakan lebih banyak spesies tanaman untuk memadukan transisi dari tanah terbuka ke potongan batu, memberikan transisi yang lebih naturalistik.
3. Dutch Style atau Gaya Belanda
Aquascaping Gaya Belanda memiliki sejarah panjang yang dimulai dari kompetisi aquascaping dari tahun 1950-an. Pada tahun 1956, Dutch Society for Aquarists (NBAT) menetapkan pedoman resmi pertamanya. Aturan tradisionalnya cukup ketat. Mereka mengatur misalnya penggunaan tidak lebih dari 1 spesies tanaman per 10cm / 4 ”panjang tangki, kemudian kelompok spesies harus dibedakan dan dipisahkan oleh ruang kosong (kecil), dan tidak boleh ada duplikasi spesies yang sama di kelompok lain . Aquascpes Gaya Belanda fokus menampilkan keindahan tanaman air dengan menonjolkan kontras pada tekstur, bentuk, atau warna. Ciri khas termasuk terasering tanaman di "jalan" yang meruncing ke arah belakang membantu memberi penekanan pada perspektif kedalaman, dan penggunaan tanaman merah dengan daun khas sebagai titik fokus.
4. Brazilian style
Aquascaping gaya Brasil dipopulerkan dalam beberapa tahun terakhir oleh aquascaper pesaing terkenal di Brasil seperti Andre Longarco dan Luca galarraga yang menggunakan semak-semak tanaman batang yang berwarna dan lebat untuk melapisi punggung batu panjang di aquascape mereka. Ini memberi aquascape warna-warna cerah dan tampilan lanskap yang matang. Punggungan batu sering disusun untuk menarik satu mata ke kejauhan untuk memberikan kesan kedalaman. Gaya Brazil dibedakan dengan semak-semak tanaman batang yang semarak, yang sangat berbeda dari banyak aquascape kompetisi lainnya yang sering ditanam jarang dengan hanya lumut / tanaman yang dapat tumbuh di hardscape. Gaya seperti ini membutuhkan lebih banyak keterampilan hortikultura dan pemeliharaan.
5. Indonesian Style
Aquascape gaya Indonesia dicirikan oleh hardscape kayu yang keras (seringkali akar bertekstur berat) yang berbentuk hutan lebat. Aquascape ini dibangun kering, dengan potongan kayu berbentuk, berlapis dan direkatkan satu sama lain, dalam proses yang sangat mirip dengan model bangunan miniatur. Bentangan kompleks menggabungkan ratusan cabang dan bebatuan yang lebih kecil untuk menghasilkan struktur seperti pohon, tebing, dan formasi batuan yang menggantung. Ciri umum adalah terciptanya rasa perspektif yang dramatis, sering kali dalam bentuk garis cakrawala jauh di mana cabang-cabang kecil digunakan untuk menciptakan ilusi detail yang jauh. Teknik ini menggunakan elemen hardscape yang lebih besar yang lebih dekat ke depan dan elemen yang lebih kecil di belakang. Ini adalah kebalikan dari pendekatan 'besar di belakang, kecil di depan' yang digunakan di sebagian besar tangki, tetapi mencapai skala dan perspektif yang luar biasa. Aquascape gaya Indonesia sering terlihat padat ditanam, tetapi hanya sebagian kecil tanaman yang tumbuh di substrat. Kebanyakan tanaman menempel pada permukaan kayu / hardscape. Ironisnya, meski sangat memakan waktu untuk pemasangannya, aquascape ini tidak sulit dipelihara dalam jangka panjang, karena tanaman yang digunakan sebagian besar adalah lumut dan spesies yang tumbuh lambat, kuat, dan tahan naungan.
Nah itulah bermacam gaya aquascaping yang dapat menjadi inspirasi dalam membuat aquascape teman teman semua.
Semoga bermanfaat.









Posting Komentar untuk "BUAT YANG MAU BIKIN AQUASCAPE, NIH 5 GAYA AQUASCAPE BUAT INSPIRASI KALIAN"