IKAN TERBANG IKAN TORANI


IKAN TERBANG IKAN TORANI


Pernahkah kalian melihat ikan terbang di acara televisi, atau mungkin pernah melihat sendiri saat berwisata ke laut?

Ikan terbang atau disebut ikan torani secara ilmiah masuk ke dalam keluarga Exocoetidae. Mereka bisa ditemukan di laut yang bertemperatur hangat, terutama di wilayah sekitar khatulistiwa.
 
Ikan Torani ini memiliki bentuk tubuh seperti torpedo. Dua sayapnya terletak di dada. Ekor dari ikan ini akan membantu bergerak lebih cepat saat berada di udara maupun di dalam air.

IKAN TERBANG IKAN TORANI


Mereka biasanya memangsa plankton, tumbuhan laut, dan organisme-organisme kecil berupa crustacea. Bahkan ada juga yang memangsa ikan kecil lainnya. Predator dari ikan ini yaitu ikan tuna, gurita, dan lumba-lumba. Terbang ke atas air adalah salah satu bentuk pertahanan dari para predator.
Sebenarnya, ikan terbang tidak benar-benar terbang seperti burung atau kelelawar. Lebih tepatnya, mereka hanya “melayang” di udara untuk waktu yang agak lama.

Dorongan yang kuat dari ekor akan membuat ikan terbang ini melayang ke udara, setelah itu terbentanglah sirip mereka yang unik. Ikan terbang memiliki sirip depan dan belakang yang sangat lebar dan berselaput, mirip dengan sayap.

Selama berada di udara, ikan Torani dapat menggerakkan ekornya sampai 70 kali per detik. Bentuk tubuhnya yang unik ini digunakan untuk mempercepat laju saat dikejar oleh predator, baik yang berada di udara atau di dalam air.

IKAN TERBANG IKAN TORANI

Tapi, berbeda dengan sayap burung, ketika direntangkan sirip ikan terbang tidak bisa mengepak. Dan hanya berfungsi untuk menangkap angin saja, supaya mereka tetap berada di udara dalam waktu selama mungkin. Prinsipnya hampir sama dengan layang-layang.

Ikan terbang ini dapat berada di atas udara selama 45 detik dengan ketinggian sekitar 1 meter. Sebelum muncul ke permukaan air, ikan ini melaju dengan kecepatan 37 mil/jam. Ketika kecepatan sudah tercapai, ikan Torani akan melompat ke udara.

Mereka biasanya meluncur sejauh 50 hingga 200 meter saat berada di udara. Bahkan ada yang mencapai jarak terjauh 400 meter. Hal ini dilakukan guna melepaskan diri dari predator. Pada tahun 1900 sampai 1930, ikan ini menjadi objek studi yang memungkinkan untuk jadi prototipe desain pesawat terbang.

Diperkirakan terdapat sekitar 40 spesies dari the flying fish ini di seluruh dunia. Ada spesies ikan yang memiliki dua sayap, dan ada pula yang mempunyai empat. Ikan dengan sayap ganda biasanya berukuran panjang antara 18-30 cm, sedangkan ikan dengan empat sayap dapat mencapai panjang 38 cm.

IKAN TERBANG IKAN TORANI

Ikan ini sering ditemukan di lautan tropis dan subtropis seperti di Samudra Atlantik, Pasifik, dan India. Mereka lebih banyak lagi ditemukan di Laut Karibia. Salah satu pulau yang bernama Barbados dijuluki sebagai "The land of flying fish" yang artinya adalah daratan ikan terbang.

Ikan Torani kerap ditangkap untuk dikomersilkan di berbagai negara termasuk Indonesia. Untungnya, jumlah ikan yang tergolong masih banyak tidak membuat ikan Torani menjadi salah satu ikan yang langka. Ikan ini bisa disantap, bahkan di Jepang dimasak sebagai bahan sushi yang disebut "tobiko".

Musim kawin terjadi ketika arus air laut sedang mencapai titik terlemah, biasanya terjadi antara bulan Desember sampai Juni. Ikan akan membentuk satu grup besar, dan saat musim kawin ini per grup jumlahnya bisa melebihi satu juta.

IKAN TERBANG IKAN TORANI

Ikan Torani betina akan menaruh telur mereka di dekat permukaan air, bisa pada rumput laut atau benda-benda lain. Ikan terbang yang masih kecil terlihat seperti tumbuhan laut, hal ini berguna agar bisa terhindar dari predator. Biasanya, ikan Torani memiliki masa hidup sekitar 5 tahun.

Demikian semoga bermanfaat.
The Best Fish You Can Get
The Best Fish You Can Get
The Best Fish You Can Get